Sabtu, 09 Juni 2012

Ada sejumlah alasan mengapa Leaderboard L-Men of the Year 2012 ini diberi nama “The One and Only”. Pertama karena tahun ini, IP hanya akan membuat satu kali Leaderboard saja. Maka Leaderboard ini adalah “The One and Only” sekaligus “The First and The Final” Leaderboard untuk L-Men of the Year 2012. Sengaja IP hanya membuat satu kali Leaderboard karena IP ingin melihat dulu perjalanan para Grand Finalists hingga detik-detik akhir menjelang final sebelum membuat pilihan.

Alasan yang kedua berkaitan dengan pilihan IP di Leaderboard kali ini. Secara fisik, tahun ini kualitas Grand Finalists memang meningkat sangat pesat. Ada banyak sekali Grand Finalists yang stunning tahun ini, bahkan bisa dibilang tahun ini merupakan salah satu tahun terbaik L-Men of the Year (if not the best) dari segi kualitas kontestan. Seandainya saja L-Men of the Year ini sama saja dengan male pageant lain yang sekedar menjadi ajang untuk mencari wakil di tingkat internasional, akan ada banyak sekali pilihan untuk menjadi juara. Namun karena L-Men of the Year bukan pemilihan biasa, pilihan itu akhirnya mengerucut dan diantara semua Grand Finalists, IP menjatuhkan pilihan pada satu orang saja – “The One and Only” – yang IP rasa bukan hanya sekedar mampu menjadi wakil di tingkat internasional, tapi juga mampu menjadi seorang icon dan ambassador sebagaimana yang diharapkan L-Men of the Year dari juaranya.

Bukan hal yang mudah memang untuk membuat Leaderboard tahun ini, dan setelah melalui perdebatan yang cukup sengit dan panjang diantara IP Team akhirnya favorit IP untuk tahun ini adalah :


The Leaderboard
1 Sulawesi Selatan
2 Jawa Barat
3 DKI Jakarta
4 Jawa Timur
5 Kalimantan Selatan
6 Sumatera Barat

Now let's talk about each of them, shall we? Seperti biasa kita mulai dari posisi di dasar piramida Leaderboard, yaitu :

#6 Dhani Ardansky 
(Sumatera Barat) 
Posisi 6 dan 5 di Leaderboard kali ini sesungguhnya adalah posisi imbang, karena IP kesulitan untuk menentukan siapa yang lebih baik diantara keduanya. Kelebihan Dhani terletak pada struktur wajahnya yang sangat maskulin, bisa dibilang diantara semua Grand Finalists tahun ini, dialah yang memiliki kesan yang paling macho. Kesan maskulin Dhani semakin diperkuat dengan tubuhnya yang six-pack atletis, terbukti dia berhasil memenangkan gelar The Best Body. Kombinasi keduanya membuat Dhani menjadi kuda hitam di kompetisi ini. Diantara semua penerima Wildcard tahun ini, IP merasa bahwa Dhani-lah yang paling potensial untuk membuat kejutan dan bisa jadi nantinya meraih pencapaian yang lebih baik dibanding Grand Finalists peraih juara Audisi atau Pre-Audisi.

#5 Hans Lauwansyah 
(Kalimantan Selatan) 
Posisi Hans di Leaderboard IP sebenarnya imbang dengan Dhani, namun pada tiebreaker IP memilih menempatkan Hans di posisi 5 karena secara wajah, Hans sangat komersial. Keunggulan inilah yang membuat IP cukup yakin bahwa Hans punya masa depan yang cerah di bidang entertainment, misalnya menjadi model atau aktor. Hal lain yang menjadi kelebihan Hans adalah kepribadiannya yang, sepanjang pengamatan IP, sangat cerah dan hangat, almost sunshine-like. Kepribadian seperti ini akan membuat dirinya mudah disukai orang dan akan menjadi modal penting bagi seseorang yang akan berkecimpung di bidang entertainment.

#4 Jeremiah Lakhwani 
(Jawa Timur) 
Untuk pemuda seusianya, Jeremiah atau Jero terbilang sudah sangat matang. Dia sudah cukup dewasa untuk tahu bagaimana caranya bersikap dan menempatkan diri dalam berbagai situasi, namun dengan tetap tidak melupakan karakter anak muda yang ekspresif, ceria, humoris, dan terkadang jahil juga. Soal fisik, rasanya tidak perlu diragukan lagi. After all, he has been our fave since 2011. Karena itulah IP sangat berharap Jero bisa lolos ke tahap selanjutnya di Grand Final karena selain memang layak, dia juga bisa menjadi inspirasi bagus bagi pemuda lain seusianya bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi.

#3 Mikhel Wandana 
(DKI Jakarta) 
Hails to the King of All Angles! Kalau ada seseorang yang sepertinya tidak punya bad angle saat difoto, mungkin Mikhel-lah orangnya. Di semua foto-fotonya, baik foto official hasil polesan fotografer profesional maupun foto candidnya, Mikhel selalu tampak bagus dari sisi dan arah manapun. Dan bukan hanya di foto, saat di keseharian pun Mikhel memang memiliki wajah yang memang sudah sangat bagus. Satu-satunya kekhawatiran IP dari Mikhel hanyalah kepribadiannya yang sedikit pendiam. Namun IP yakin, bahwa bila diasah di tangan yang tepat, Mikhel bisa menjadi seperti berlian yang dapat bersinar bukan hanya di dunia entertainment saja, tetapi juga untuk mewakili Indonesia di ajang male pageant internasional

#2 Stephan Hoffman 
(Jawa Barat) 
Dengan fisik yang sedemikian stunning, posisi 3 Besar sepertinya sudah hampir pasti menjadi milik Stephan (Jujur saja, IP akan sangat terkejut bila Stephan tidak masuk 3 Besar). Yang menjadi pertanyaan tinggal, di urutan berapakah dia akan ditempatkan? Apakah posisi Winner, posisi First Runner Up, atau posisi Second Runner Up? Stephan memang memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi wakil Indonesia di male pageant internasional, terutama dengan wajah Eurasia yang memenuhi standard selera internasional , tubuh yang tinggi menjulang, dan kemampuannya bermanuver di atas runway yang membawanya memenangkan gelar The Best Catwalk Model. Dengan semua modal itu, ditambah dengan kepribadian yang cukup humble dan menyenangkan, IP menempatkan Stephan di posisi 2 Leaderboard kali ini. Secara keseluruhan, kualitas Stephan mengungguli semua Grand Finalists lainnya, kecuali seorang Grand Finalist – “The One and Only – yang akan IP bahas di urutan posisi berikutnya yang sekaligus posisi puncak Leaderboard ini.

#1 Rizal Al Idrus 
(Sulawesi Selatan) 
Setahun yang lalu, saat menyusun Leaderboard untuk L-Men of the Year 2011, IP sudah pernah menulis bahwa juara L-Men of the Year tidaklah harus selalu Grand Finalist yang paling potensial untuk dikirim ke male pageant internasional. Ada kriteria-kriteria lain yang harus dimiliki seorang L-Men of the Year, terutama karena dia nantinya akan menjadi seorang icon hidup sehat sekaligus brand ambassador L-Men. Namun terkadang ada pula seorang Grand Finalist yang menurut IP mampu menjadi juara L-Men of the Year dan menjadi wakil di male pageant internasional sekaligus. Dan dari semua Grand Finalists, hanya Rizal Al Idrus “The One and Only” yang IP rasa mampu memenuhi kedua peran tersebut. Dari segi fisik, IP yakin semua orang sepakat bahwa Rizal sangat potensial untuk berprestasi di male pageant internasional. Ditambah lagi dia memiliki communication skill yang baik, karisma yang kuat, kepribadian yang luwes dan tidak kaku, serta sosok yang mudah diterima masyarakat Indonesia sebagai seorang figur yang inspirasional – semuanya adalah kriteria yang wajib dimiliki seorang brand ambassador yang baik. Dengan alasan-alasan itulah, pada Leaderboard kali ini, IP menempatkan Rizal di posisi puncak.


Itulah 6 favorit IP di Leaderboard kali ini. Words of wisdom : Favorit IP ini belum tentu sama dengan pilihan juri ataupun pilihan kalian sendiri. IP percaya bahwa juri tentunya sudah memiliki kriteria tersendiri pula dan siapapun pilihan mereka jelas yang terbaik untuk menyandang gelar L-Men of the Year 2012.

Terima kasih untuk Yutha Diantra atas design banner Leaderboard Miss Indonesia 2012. The moccacino inspired banner is truly amazing, as always!.

0 Komentar di Blogger

0 comments:

 
Toggle Footer