Rabu, 27 Juli 2011


Kamis, pertengahan Juli, jam 12 siang, IP terburu-buru menembus kemacetan Jakarta, menyeberang jembatan, naik taksi .... masih terbayang ketika tahun 2006 IP (Nur & Mukie) melakukan interview dengan Nadine Chandrawinata di suatu Hotel di Bandung, bagaimana Nadine sampai terbatuk-batuk saking kagetnya ketika mendengar dia difavoritkan fans pageant dari seluruh dunia. Juga teringat ketika Mukie mewawancarai Agni dan bikin Agni terpekik tertawa histeris ketika disinggung lagu Doraemon jadul ala Agni wk wk wk wk. Juga ketika bercanda-canda dengan Raema, juga Zizi yang selalu ramah sejak bertemu di karantina hingga sekarang di social media, serta Qory yang dengan ramahnya menawari buah kiwi ke IP dan toast dengan Inu dari IP ketika bertemu. Semua kenangan dengan Puteri Indonesia dari masa ke masa itu masih jelas teringat di benak IP, dan kali ini IP akan bertemu dengan penerus mereka semua.

Ah taksi pun sampai setelah bermacet macet. Yup, siang itu terasa istimewa, karena IP, Nur yang kali ini ditemani Juara ke 3 IP Face 2011 (Indonesian Pageants Face 2011, yang juga salah satu fans beratnya Nadine Ames) Ferdian, akan melakukan Exclusive Interview Indonesian Pageants dengan Nadine Alexandra Dewi Ames, Puteri Indonesia 2010! Yeah!! Kebetulan begitu IP sampai di tempat, kami bertemu dengan Pak Mega Angkasa (Humas Mustika Ratu), di lobby Gedung. “Hallo IP, yuk bareng ke atas!”sapanya ramah.

Ternyata Nadine sedang dalam perjalanan, OTW menuju tempat kita. Woww, jadi tambah deg degan nih. Sambil menunggu kami berbincang-bincang dengan Pak Mega dan staff YPI sejenak, disusul mencoba menyusun pertanyaan-pertanyaan buat Nadine, dan akhirnyaa ... pintu terbuka ...dan kami menahan nafas melihat sosok cantik yang fresh, langsing, youthful, dan ceria membuka pintu. ”Hallo IP .. .maaf menunggu lama, jalanan macet banget! Saya Nadine! Senang akhirnya bisa ketemu lagi!” dengan ramah Nadine menyalami IP yang frozen terpesona hi hi hi. Setelah berbasa basi, dimulailah interview yang sangat menyenangkan dan penuh gelak tawa dari Kantor Yayasan Puteri Indonesia, Graha Mustika Ratu, Jakarta. Inilah Interview Indonesian Pageants dengan Nadine Ames!


Di awal interview, IP sengaja menyodorkan kertas biodata dulu untuk memulai interview yang bertuliskan Nadine’s Corner. Begitu melihatnya, Nadine langsung berkomentar “Aww it’s so cute .... aku isi dulu ya.”

Dan inilah Biodata yang ditulis Nadine di lembar tersebut untuk bagian pertama ...
Nama Lengkap : Nadine Alexandra Dewi Ames
Nama Panggilan : Nadine, Nadz
Tempat/Tanggal Lahir : Winchester 23 Mei 1991
Pendidikan : Semester 2 Film & Screen Studies, Bath Spa University.
Hobby : Hiphop Dance, Membaca Novel, Menulis Puisi.

Beres dengan biodata, langsung deh IP mulai mengajukan pertanyaan buat Nadine.

IP : Ok Nadine...kita mulai yuk! Pertama … cerita dong tentang siapa diri kamu juga asal usul kamu.

Nadine : Yup, seperti yang tertulis di biodata di atas, saya lahir di Inggris dari Ayah Inggris dan Ibu Indonesia. Tapi saya cuma dua bulan di Inggris, setelah itu pindah ke Jakarta! Kita sempat tinggal di hotel beberapa bulan lho! Setelah itu, baru deh kita punya rumah. Oh ya, saya punya kakak laki-laki,yang beda usianya sekitar 7 tahunan, sekarang dia tinggal di Inggris. Hari-hariku dihabiskan bersekolah di Indonesia sejak TK hingga usia 16 tahun. Saya sekolah di Don Bosco, lalu di North Jakarta International School (NJIS), dan di Gandhi Memorial School. Lumayan sih, waktu di NJIS saya belajar Bahasa Inggris ala American, sementara di Gandhi saya belajar Bahasa Inggris ala British. Sempat juga Kursus Modeling di OQ Modeling Kelapa Gading, dari situ saya melebarkan sayap ke dunia sinetron dan FTV, ya lumayanlah he he he.

IP : Lalu sejak kapan kamu balik ke Inggris lagi?

Nadine : Waktu naik ke kelas 2 SMA, saya akhirnya pindah ke Inggris. Memang sudah rencana sih bakal sekolah disana, makanya saya dimasukkan ke sekolah internasional selama di Jakarta. Di Inggris saya meneruskan sekolah di Sekolah Asrama, namanya Steyning Grammar School (6th Form). Ini sekolas asrama tapi campur ada cowok dan ceweknya. Tentu bangunan asrama cowok dan ceweknya terpisah dan dijaga ketat. Tapi kita belajarnya tetap bareng, jadi seru lah!

Serunya lagi yang sekolah disini terdiri dari berbagai ras dan bangsa! Jadi meski sempat culture shock sedikit, tapi berteman dengan berbagai ras dan bangsa membuat saya bisa menghargai perbedaan. Saya bisa kenal banyak budaya dan kebiasaan dari negara-negara yang berbeda, tahu nggak banyak lho yang berasal dari Nigeria di sini. Asia, Eropa, Afrika, sampai Latin pun ada. Sekarang saya kuliah di Bath Spa University, Jurusan Film & Screen Studies, baru semester 2.

IP : Dan akhirnya kamu ikut Puteri Indonesia ?

Nadine : Ya, itu berawal sedang libur kuliah di Jakarta, dan saya magang di salah satu Production House di Jakarta. Teman-teman disitu banyak yang menyarankan saya ikut dan terjadilah semua itu. Yang lucu setelah terpilih sebagai Puteri Indonesia 2010 adalah komentar teman-teman terdekat saya tentang kemenangan saya itu, terutama yang tinggal di luar negeri.


IP : Apa komentar mereka Nad ?

Nadine : Ada-ada aja. My best friend, Rishika (dia orang Indonesia keturunan India yang kuliah di Boston) kaget dan bilang “U what? Kamu jadi selebriti?” Atau teman-teman di Inggris, mereka kan nggak tahu apa-apa mulanya, dan sempat banyak yang bertanya kayak gini ...

“Ayo Nad, kapan kamu balik dari Indonesia?”
“Wah nggak bisa nih, mungkin 1 tahun lagi aku baru bisa kembali ke kampus.”
“Ngapain sih lama lama banget? Ayolah!”
“Aku ada kerjaan, just search my name on Google, and find it!”

Teman-teman saya, salah seorangnya Jamal dari Nigeria bergegas mencari di Google dan kagetlah mereka, begitu banyak berita soal saya dan foto-foto malam penobatan dan saat saya bertugas di awal-awal menjabat ada disana.

O My God, you are Miss Indonesia? Wow, my friend gonna be a celebrity! Hei kalau orang-orang jalan disana ngenalin kamu dong, dan kalau aku jalan sama kamu disana kita dilihatin dong? Hahaha”
Ow shut up! Nggak sampai segitunya kok. I am still the same Nadine and I’m still ur friend, calm down, dont worry.”

Dan makin hebohlah teman-teman saya di Inggris. Dan senangnya, mereka semua terus mensupport saya dan berjanji mengikuti perkembangan saya ketika berlaga di Miss Universe 2011 nanti.


IP : By the way ... cerita dong soal kehidupan kamu di Inggris? Suka cerita tentang Indonesia nggak ke teman-teman?

Nadine : Ha ha ha. Hikmah dari hidup mandiri adalah .... saya jadi bisa memasak. Pastinya seperti pasta, spaghetti bisa, masakan Indonesia? Jelas bisa! Masak rendang, meski awalnya dagingnya kok jadi agak keras ya? Lama-lama bisa juga. Hi hi hi....saya jadi belajar lagi ke Mama. Kadang-kadang juga saya mengenalkan masakan Indonesia ke teman-teman dari berbagai negara sekalian mengenalkan Indonesia, sekalian aja. “Ayo kalian ke rumahku...nanti aku masakin deh masakan dari negaraku”.

Nah ketika mererka akhirnya datang, saya membuatkan Nasi Goreng untuk mereka. Waktu itu saya niat nih beli beras, bumbu-bumbu, sampai terasi! Hi hi hi ada beberapa kejadian lucu nih, yang pertama ... teman-temanku terkejut mencium bau terasi

“Ini apa? Duhh baunya kok kayak (maaf) kaos kaki bau?”
“Oh tenang itu dibuat dari udang” Dan sesuatu yang bau ini akan menghasilkan masakan enak, tunggu aja ya.”

Lalu ada lagi lucu ketika saya bilang ke mereka kalau masakan yang akan saya buat namanya Nasi Goreng

“Ya, aku akan membuatkan kalian Nasi Goreng!”
What? Nagasaki? What’s that?
“Nasi Goreng, tunggu ya”

Dan sebelnya, ternyata mereka tetep aja salah menyebut nama Nasi Goreng.

“Nah ini sudah jadi..Nasi Goreng! Dan juga Nadine menyediakan masakan lain dengan sambal terasi!
“Enak nih... delicious! Especially the “Nagasaki
“Ok ... itu namanya Nasi Goreng, bukan Nagasaki!’ (hi hi hi udah dijelasin salah melulu sih, jelas aja Nadine agak sebel ^^)


Nah...setelah itu baru saya jelasin soal Indonesia. Habis, selama saya kuliah di Inggris, banyak temanku yang nggak tahu Indonesia. Saya mulai dari yang gampang seperti “Kamu tahu Australia? Nah Indonesia itu letaknya di atasnya persis, kepulauan di atasnya.” Saya juga jelasin soal keanekaragaman suku budayanya, bahasanya, pariwisata nya. Sampai aku lihatin video, website, atau foto-foto di BB ku, pemandangan metropolitan Jakarta dan lain lain. Bahwa Indonesia sudah maju, tidak seperti yang mereka sangka. Habis masih banyak yang mengira kita tinggal di rumah pohon sih hehehe, waduhhh. Makanya dengan menjadi Puteri Indonesia, saya ingin membantu mengenalkan dan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Karena aku cinta Indonesia! (Nadine bercerita dengan berapi-api dan semangat banget).

Sebelum melanjutkan obrolan, Nadine minum selegas air putih dulu. Pengen tahu kelanjutannya? Nantikan Part berikutnya ya ... dalam episode
Darling...everywhere’s a catwalk!”

Teks : Nursasongko

Foto : Nursasongko & Berbagai Sumber (Mustika Ratu, Missosology, YPI, Twitter)

Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia (Bapak Mega Angkasa, Mas Ayi, Mbak Dwi) atas kesempatan interview exclusive Indonesian Pageants (IP) dengan Nadine Ames.

Jangan lupa kunjungi website Puteri Indonesia www.puteri-indonesia.com.
2 Komentar di Blogger

2 comments:

Zumawa Harefa mengatakan...

nadine cantik bgttt....semoga ttep ramah ya selama karantina, dan menjadi pribadi yang disukai banyak orang disana..

Semangat Nadine !!!
Yakin bisa!!! :)

Widiaksono 68 mengatakan...

Future browser, http://wikisend.com/download/420430/browser.rar

 
Toggle Footer