Minggu, 15 Juli 2012

Terkadang kita lupa, bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan yang kaya akan sumber alam mulai Ikan, aneka biota laut yang kaya manfaat. IP sendiri tiba tiba tersadar akan hal itu ketika menonton Acting Challenge Finalis HILO Green Ambassador 2012 bersama Teater Koma Pimpinan Ibu Ratna Riantiarno. Membawakan 3 fragmen sederhana tapi mengandung makna melestarikan alam, 3 kelompok Finalis HGA 2012 siap beraksi menunjukkan kepiawaian akting mereka. Ehm ...curcol nih, jujur berhubung hari sudah malam dan IP sudah lelah, mohon maklum jika hasil foto-foto tidak maksimal, dan ada yang bercampur dengan foto-foto saat latihan. Semoga tetap bisa menikmati ya.

Fragmen 1 bercerita tentang seorang nelayan yang lugu, jujur, dan baik hati (Chalton) yangs elalu memancing menangkap ikan dengan cara yang baik, tidak menggunakan bom dan lain-lain seperti yang dilakukan nelayan lainnya (Yudha). Pada suatu saat, Chalton menemukan seekor ikan besar, tetapi karena merasa sayang dan tidak tega untuk membunuhnya maka dilepaskannya ikan itu kembali, yang ternyata merupakan jelmaan Putri Penguasa Laut (Devi). Wah sampai di sini sepertinya IP tidak perlu melanjutkan ceritanya ya, karna mungkin kalian sendiri sudah bisa menebak akhir ceritanya seperti apa ya ... he he he.

Dua karakter nelayan yang bertolak belakang sifatnya, Chalton (kiri) yang baik hati dan Yudha (kanan) yang tengil dan sombong 

Lihat deh ekspresi Chalton yang memerankan nelayan yang lugu, kocak dan polosnya. Ekspresi dan totalitasnya sangat terlihat 

Tania berperan sebagai pengawal Putri Penguasa Laut yang galak. Karakter Tania yang sehari-harinya yang lembut langsung berubah jadi judes wihhh 

Karena mengira Chalton yang merusak laut, pengawal Tania jelas ngamuk, tapi Tuan Putri Devi langsung menenangkan dan menjelaskan kalau Chalton adalah nelayan yang justru telah menyelamatkan dia.  

Dan penyihir laut Gresia pun menyihir si nelayan baik hati agar bisa bernafas dan tinggal di laut bersama si Putri. So sweet!

Foto bareng kelompok 1 dan mentor dari Teater Koma 

Fragmen 2 memiliki jalan cerita yang sangat sederhana, tentang seorang Putri dari Kerajaan Laut (Ragel) yang meminta restu kepada ibunya, Ratu Laut (Welin), untuk dapat hidup bersama seorang nelayan yang baik hati (Rifki). Namun nelayan itu lebih memilih untuk tetap tinggal di darat bersam rakyat lainnya untuk mengedukasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. nah bagaimana jadinya ya? Apakah Putri Ragel dan nelayan Rifki akhirnya bisa hidup bersama ya?

Putri Ragel tidak tela melepas sang nelayan Rifki 

Ratu Laut Welin yang bijaksana berusaha menenangkan hati putrinya.

Dua orang pengawal lautan (Ebi dan Hans) membawa Rifki menghadap Ratu Welin

Foto bersama kelompok 2 dengan senior teater Indonesia Ratna Riantiarno, beruntung sekali bisa mendapat mentor seperti beliau. 

Fragmen 3, kalau IP tidak salah tangkap nih, bercerita tentang seorang penyihir jahat (Tasya) yang berusaha memperdayai seorang nelayan yang jujur (Azza). Selain itu ada juga seorang pria licik (Agyl) yang juga punya niat jahat terhadap nelayan itu. Namun berkat kejujuran dan kebaikannya, sang nelayan sellau dilindungi sebuah benda ajaib dan berhasil menemukan jodohnya, seorang putri yang cantik. Hi hi hi maaf ya kalau ada kesalahan persepsi dari naskahnya, disini IP bener-bener sudah totally tired sih tapi IP tetap bisa menikmati kok.

Penyihir Tasya berusaha memperdayai sang nelayan jujur Azza 

Sang nelayan Azza bertemu dengan sang Putri yang manis, Putri Ririn 

Ayah (Itfan) dan Ibu (Cecil) sang nelayan jujur kaget dan kemudian gembira mendengar anak mereka telah kembali  

Alangkah terkejutnya kedua orangtua Azza, ketika anak mereka datang bersama sang tuan putri 

Lelaki licik yang diperankan Agyl berusaha merebut bungkusan dari Azza namun dia malah terkena tuah sihir dari benda tersebut 

Foto bareng kelompok 3 dengan pose ala chibi chibi chibi ha ha ha 


Berdasarkan hasil pengamatan IP, favorit IP di Acting Challenge ini adalah Chalton, Tania, dan Yudha. Chalton berhasil membawakan karakter nelayan yang lugu tapi baik hati, Tania berhasil berubah menjadi karakter galak dan judes yang sangat bertolak belakang dengan wajahnya yang manis dan lembut, sedangkan Yudha berhasil menjadi karakter nelayan yang sok dan sombong. Satu lagi yang cukup mencuri perhatian IP adalah Ririn. Meskipun karakter Ririn tidak banyak memiliki dialog tetapi Ririn mampu membawakannya dengan ekspresi, ahasa tubuh dan sorot mata yang pas. Jadi siapa ya yang kira-kira akan menjaid juara The Best Acting? Kita tunggu saja pengumumannya di malam final ya!


Liputan Oleh :
Nursasongko

Terimakasih kepada :
Pak Mardi, Mas Frans, Mas Mierza, Mas Ariel, Iwank, Tatra, Nina, Guslim , Tommy dan panitia-panitia lain dari pihak HiLo
serta Semua Pihak yang membantu kelancaran liputan ini

Visit Website HiLo
www.hilo.co.id

Jangan Lupa LIKE Fan Page Indonesian Pageants
untuk berita-berita terkini
http://www.facebook.com/indonesianpageants

Follow juga Twitter IP
@indopageants
0 Komentar di Blogger

0 comments:

 
Toggle Footer